Penggunaan Tanda Petik Dalam Bahasa Indonesia



Tanda petik sering juga disebut sebagai tanda kutip. Tanda petik merupakan salah satu tanda baca yang digunakan secara berpasanagn, terdiri dari dua yaitu tanda petik dan tanda petik tunggal. Tanda petik dan tanda petik tunggal meungkin merupakan hal yang simple dalam tata kalimat. Akan tetapi penggunaan tanda petik dan tanda petik tunggal akan berkaitan dengan makna dan kalimat itu. Oleh karena itulah pemahaman tentang penggunaan tanda petik dan petik tunggal yang benar sesuai EYD sangat diperlukan.
Tanda petik maupun tanda petik tunggal lebih sering ditemui pada penulisan dialog. Penggunaan tanda petik dan tanda petik tunggal yang benar ditentukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia No. 46 Tahun 2009. Peraturan Menteri ini membahas tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
Penggunaan tanda petik
Jenis pertama dari tanda petik adalah petik ganda, tetapi lebih familiar disebut tanda petik. Tanda petik dapat digunakan dalam beberapa situasi. Berdasarkan pedoman EYD, tanda petik digunakan untuk mengapit:
1.      Petikan langsung dari pembicaraan, naskah, petikan dalam naskah, atau bahan tertulis lain.
Contoh:
·         “Dimana seragamku?” kata Doni.
·         Undang Undang Sisdiknas Tahun 2003 menyatakan, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.”
·         “Jangan ganggu aku,” kata Tina.
·         Kepala desa berkata, “Bayarlah pajak tepat waktu untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik.”
·         Saya mendapatkan surat dari Silmi yang menyatakan, “Saya akan segera pulang dalam waktu dekat ini.”
2.      Judul karangan, bab buku, atau syair yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:
·         Bab “Trigonometri” dalam buku paket matematika kelas X sangat lengkap.
·         Makalah “Indonesia Merdeka” mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme para hadirin.
·         Sebaiknya kalian membaca dengan seksama “Penggunaan Tanda Baca” dalam buku EYD.
3.      Istilah ilmiah yang mempunyai arti khusus atau kurang dikenal oleh masyarakat umumnya.
Contoh:
·         Beberapa partai politik membentuk “aliansi” untuk memperkuat posisi di pemerintahan.
·         Pemain “naturalisasi” dalam tim nasional mendapat sorotan karena prestasinya.

Selain penggunaannya dalam kalimat, tata penulisan tanda petik juga harus diperhatikan. Catatan tentang tata penulisan tersebut adalah:
1.      Tanda petik penutup diletakkan di belakang tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh:
·         Ibu bertanya, “Apakah kamu sudah makan Ani?” (tanda petik penutup diletakkan di belakang tanda Tanya)
·         “Hapus papan tuli itu!”, kata Pak Guru. (tanda petik penutup diletakkan di belakang tanda seru)
·         Sinta berkata, “Jangan malas untuk belajar, karena ini semua untuk masa depan kita.” (tanda petik penutup diletakkan di belakang tanda titik)
2.      Tanda baca penutup kalimat ditempatkan dibelakang tanda petik pada ujung atau bagian kalimat. Tanda petik dalam kalimat ini mengapit kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:
·         Karena kecerdasannya, Nisa sering dijuluki “Si Cabe Rawit”
3.      Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup (dalam satu pasangan) ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.
4.      Tanda petik digunakan untuk pengganti keterangan idem (sama dengan di atas) dalam bentuk daftar.
Contoh:
1.
abjad
Bukan
abjat
2.
Bus
bis
3.
Izin
ijin

Penggunaan tanda petik tunggal
Jenis tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit:
1.      Petikan yang terdapat di dalam petikan lain.
Contoh:
·         Budi berkata, “Semua orang berteriak ‘Tolong..tolong..’, tapi semua sibuk mengurus keslamatan diri mereka sendiri.”
·         “Ustadz menjelaskan bahwa ‘sholat adalah hal yang pertama kali akan dihisab di akhirat kela’,” ujar Rudi.
2.      Makna suatu kata atau ungkapan.
Contoh:
Kata / Ungkapan
Makna
Kalimat
Anak emas
Anak kesayangan
Mawar selalu memimipikan menjadi ‘anak emas’ seperti kakaknya.

3.      Mengapit makna atau terjemahan dari kata atau ungkapan yang merupakan bahasa asing atau bahasa daerah.
Contoh:
No.
Kata / Ungkapan
Makna
Kalimat
1
Causa prima
Sebab yang pertama
Polisi terus mencari causa prima ‘sebab yang pertama’ dari kasus makar ini.




Sumber:
Dilansir dari dosenbahasa.com (05/02/2018)

Comments